Thursday, September 19, 2019

Pengalaman naik transjakarta

1.Berangkat kerja KRL PLUS TRANSJAKARTA

Transjakarta adalah salah satu angkutan umum yg disediakan oleh Pemda DKI utk memudahkan orang seperti saya yg notabene tiap hari kerja di Jakarta,macet tiap hari , karena biasanya warga Bekasi adalah pekerja di Jakarta, pada hari Selasa 13 Agustus 2019 saya mencoba naik Transjakarta, tujuan saya adalah cempaka putih,tapi dari arah stasiun Bekasi saya naik KRL jurusan bekasi-kota,SDH ditebak pagi itu didalam kereta berdesak desakan ,no problem,karena SDH biasa,sebenarnya ada alternatif lain yaitu turun di Jatinegara dan transit pindah kereta dan turun di stasiun Senen,tp itu biasa, tp karena sy ambil jurusan bekasi-kota sy akan coba turun di stasiun Juanda, sampai di sana agak bingung juga,sy tanya sekuriti stasiun arah halte Transjakarta,ternyata pas pintu keluar stasiun ada JPO (jembatan penyebrangan orang) yg langsung ke halte tsb,tidak jauh,di halte sy tanya ke petugas trans,Oalah sy harus kearah halte harmoni dulu,baru dari harmoni bisa langsung kearah Pulo gadung,tp nggak lama SMP di harmoni sy langsung naik trans kearah Pulo gadung,sy duduk ditengah,kemudian di halte balaikota ada rombongan kakek nenek naik,dan banyak juga,sy otomatis berdiri dan.menyilahkan satu ibu itu duduk,sy refleks melihat ada bangku kosong didepan,dan sy langsung duduk di sana,tanpa saya sadari itu adalah bangku khusus utk wanita,lewat beberapa halte sy ditegur oleh petugas trans bahwa itu kursi penumpang wanita,agak kaget saya lihat ,waduh ada tulisan khusus penumpang wanita hehehehe malu saya,langsung berdiri kebelakang,wah pegal juga Krn di KRL td juga berdiri,rombongan lansia td kalau duduk didepan kan otomatis bangku penumpang umum ditengah jd kosong,tp apa boleh buat,biarpun ada beberapa penumpang menyuruh agar para lansia itu duduk didepan,tp mereka tidak mau,ya sudah,jd bangku wanita didepan kosong melompong,mubazir heheeheehe tp karena peraturan yg sy kira kaku banget,lebih efisien jika ada bangku wanita kosong bisa diduduki pria ,biar nggak seperti angker bangkunya kosong,bangku ditengah penuh,dan ada beberapa berdiri,termasuk saya heheeheehe tp seru juga dengar pembicaraan para lansia itu,sampai ditujuan sy turun.

2 . Pulang naik Transjakarta

Sore,saya pulang,tp sengaja mau langsung naik trans kebekasi harapan indah,karena kalau naik KRL lagi sy harus kestasiun Senen,di halte cempaka putih sy top up kartu trans,kemudian nggak lama datang trans arah Pulo gadung,langsung saya naik,sampai halte Pulo gadung sy tanya kok nggak ada petunjuk Arah halte harapan indah,sy tanya ke petugas, waduh dikatakan bapak harusnya transit di halte ASMI,ternyata kelewatan,sy kira dari halte trans Pulo gadung bisa naik trans harapan indah,terus saya disarankan naik trans LG dan turun di halte ASMI,ok pengalaman baru lagi nih,sy masuk LG dan tap kartu Transjakarta kerah halte ASMI,jangan SMP kelewatan lagi,ketika tiba di halte ASMI,SDH ada tulisan antrian harapan indah,agak panjang antriannya,tak berapa lama datang Transjakarta jurusan akhir harapan indah,Sama seperti berangkat kerja, pulang nya sy berdiri LG di bus ini,agak banyak juga penumpangnya,biarpun tidak berdesakan, macet SDH tentu,pegal SDH tentu hehehehe ,Kemudian setiba di gerbang harapan indah saya agak ragu antara turun dan tidak, karena tujuan akhir trans adalah pasar modern  harapan indah,dugaan saya benar SMP dipasarkan modern,biarpun nanti kearah depan gerbang halte harapan indah ,Krn tujuan akhir pasar modern ya sy harus bayar lagi,dan sekedar info kartu Transjakarta ,apabila naik dari pasar modern ke halte gerbang depan harapan indah bayar pakai uang cash atau kartu bank bca sebesar Rp 3500 cukup murah,kan sama saja saldo dikartu trans tetap utuh, dan sampai di halte depan saya turun utk melanjutkan naik angkot 45, dan lama sy tunggu tidak muncul,saya langsung pesan Ojol saja,sampai dirumah disambut anak isteri dan segelas teh dingin mantap.

No comments:

Post a Comment